
Gunung Rinjani berada di ketinggian 3.726 mdpl dan merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia. Berjuta pesona alam dan geowisata yang dimiliki Gunung Rinjani menjadikannya destinasi wisata andalan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Setiap bulan pendaki yang mengunjungi Gunung Rinjani mencapai lebih dari 1.600 orang.
Sebagian masyarakat Lombok meyakini bahwa Gunung Rinjani menjadi tempat bersemayamnya ratu jin bernama Dewi Anjani, putri dari Raja Datu Tuan dari permaisurinya Dewi Mas. Kepercayaan ini masih hidup di kalangan masyarakat hingga kini.
Salah satu daya tarik utama Gunung Rinjani adalah panorama kaldera, Danau Segara Anak, kawah, pemandian air panas, goa, lubang letusan, aliran lava baru, dan hamparan padang rumput sepanjang jalur pendakian. Selain keindahan alamnya, Rinjani juga kaya dengan flora dan fauna.
Pada ketinggian 1.000–2.000 mdpl, banyak dijumpai tumbuhan seperti Anggrek Vanda, Meniran (Calicarpa sp), Kayu Jakut (Syzigium sp), dan Menang/Garu (Dysoxylum sp). Pada ketinggian lebih dari 2.000 mdpl, kawasan didominasi oleh Cemara Gunung (Casuarina junghuhniana), Bunga Abadi (Anaphalis viscida), Bangsal (Engelhardia spicata), Melela (Podocarpus vaccinium), dan Pacar Gunung (Vacinium caringiifolia). Di atas 3.000 mdpl, kawasan didominasi padang rumput dan bunga edelweiss.
Bagaimana Menuju Sembalun?
Sembalun merupakan salah satu pintu masuk menuju Rinjani. Dari bandara tidak ada angkutan umum langsung, jadi harus menyewa mobil atau menggunakan travel. Harga sewa mobil seperti Avanza atau Xenia biasanya sekitar 500.000 untuk perjalanan 2,5 jam.
Jika ingin pilihan lebih murah meski lebih lama, dari bandara naik angkutan Damri jurusan Mandalika selama 40 menit dengan tiket 20.000. Dari Mandalika, naik mobil engkel (berwarna merah gelap) menuju Aikmel dengan biaya sekitar 20.000 untuk perjalanan 1,5 jam. Sesampainya di Pasar Aikmel, lanjutkan dengan angkutan menuju Sembalun. Biasanya berupa angkutan sayur dan buah dengan tarif 15.000 per orang selama sekitar 1 jam perjalanan. Angkutan dari Aikmel menuju Sembalun hanya tersedia sampai pukul 5 sore.
Untuk menuju Sembalun dari Pelabuhan Lembar, tersedia angkutan umum dari Lembar menuju Mandalika–Bertais selama sekitar 45 menit dengan tarif 20.000. Dari sana, naik engkel menuju Aikmel, lalu melanjutkan perjalanan dari Aikmel ke Sembalun seperti rute sebelumnya.
Saat ini sudah ada Damri menuju Selong Lombok Timur dari Bandara. Tiketnya 35.000. Minta turun di Pasar Masbagik, lalu dari pasar tersebut cari angkutan sayur menuju Sembalun yang cukup banyak.
Estimasi Biaya Mendaki Gunung Rinjani via Sembalun
Mendaki Gunung Rinjani membutuhkan persiapan matang, termasuk perencanaan anggaran. Berikut estimasi biaya yang umumnya diperlukan untuk pendakian beberapa hari:
1. Izin Pendakian melalui Simaksi form pendakian online, Tarif simaksi ditentukan berdasarkan kebijakan Taman Nasional Gunung Rinjani dan dibedakan antara hari biasa dan hari libur.
-
Pendaki Domestik:
-
Weekday: Rp5.000 per hari
-
Hari libur: Rp7.500 per hari
-
-
Pendaki Asing:
-
Weekday: ±Rp150.000 per hari
-
Hari libur: ±Rp250.000 per hari
-
2. Surat Keterangan Sehat, Pendaki wajib menunjukkan surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan seperti puskesmas rumah sakit atau dokter yang berhak mengeluarkan suarat keterangan sehat, perkiraan biaya : ±Rp20.000.
4. Guide dan Porter, Untuk pendaki pemula maupun menengah, disarankan menggunakan jasa guide dan porter demi keamanan dan kenyamanan. Biaya Guide: Rp250.000 – Rp350.000 per hari, dan Porter: Rp150.000 – Rp250.000 per hari.
5. Perlengkapan Pendakian, Jika tidak membawa peralatan sendiri, kamu bisa menyewa perlengkapan di basecamp. Biaya sewa perlengkapan lengkap: Rp500.000 – Rp1.000.000
6. Makanan dan Minuman, Siapkan anggaran untuk logistik selama pendakian 2–4 hari. Estimasi kebutuhan: Rp200.000 – Rp300.000
7. Biaya Tambahan, Disarankan menyiapkan anggaran cadangan untuk kebutuhan lain seperti: Obat-obatan pribadi, Dana darurat, Oleh-oleh, Keperluan mendadak lainnya.

Berapa Lama Trekking Rinjani?
Pendakian via Sembalun menawarkan pemandangan lengkap mulai dari ladang warga, padang savana, hutan cemara gunung, hingga kawasan berbatu menuju puncak.
1. Basecamp Sembalun → Pos 1 → Pos 2 (waktu tempu 3-5 jam)
Awal pendakian via Sembalun akan disambut dengan hamparan sawah warga dan padang rumput hingga Pos 1. Banyak pendaki menyarankan berangkat siang sekitar pukul 10 WITA dan bermalam di Pos 2. Jalur dari Pos 2 ke Pos 3 sedikit menanjak dan didominasi padang rumput. Jika anda ingin menghemat waktu dan tenaga, anda dapat menggunakan ojek sampai pos 2. Di sekitar area pos 2 ini terdapat sumber air yang bisa dimanfaat sebagai bekal ke pelawangan.
2. Pos 2 → Pos 3 → Pelawangan Sembalun (waktu tempu 5-7 jam)
Jalur menuju Pelawangan menjadi bagian paling melelahkan. Pendaki harus melewati tujuh bukit yang dikenal sebagai Bukit Penyesalan. Jalur ini dipenuhi pohon cemara gunung yang teduh sehingga pendaki dapat beristirahat di sepanjang jalan. dari pos 3 pemandangan sabana mulai berganti dengan hutan tropis.
Rasa lelah langsung terbayar ketika tiba di Pelawangan, karena dari sini pemandangan Danau Segara Anak dan kawah Gunung Rinjani terlihat sangat memukau. Di Pelawangan terdapat area camping yang nyaman dan terdapat sumber air di sekitar pelawangan (2.639 mdpl).

3. Pelawangan → Puncak Rinjani (waktu tempu 4-5 jam)
Biasanya pendaki bermalam di pelawangan dan memulai perjalanan menuju puncak Rinjani sekitar pukul 02.00 WITA untuk mengejar momen sunrise. Medan berupa pasir halus dan batuan lepas sehingga menjadi tatangan bagi para pendaki dan harus tetap berhati-hati.

4. Pelawangan → Danau Segara Anak (waktu tempu 4-5 jam)
Dari Pelawangan anda dapat melanjutkan danau Segara Anak. Jalur ini cukup terjal dan berbatu dengan banyak bunga edelweis di sekitarnya. Di Danau Segara Anak terdapat area camping. Di danau ini banyak ikan yang bisa dipancing. Tidak jauh dari danau terdapat sumber air, kolam air panas, serta Gua Susu yang menambah keindahan kawasan Rinjani.
5. Danau Segara Anak → Pelawangan Senaru → Pintu Masuk Senaru
Perjalanan turun gunung bisa ditempuh melalui jalur pendakian Senaru. Medannya berupa tebing batu dan beberapa titik telah dilengkapi pegangan untuk keamanan. Jalur ini cukup melelahkan karena dari Danau Segara Anak menuju Pelawangan Senaru pendaki harus naik terlebih dahulu, kemudian turun. Awal turun jalurnya landai dan berdebu, namun dari Pos 2 sampai pintu masuk kawasan dipenuhi hutan yang sejuk.

Tips Pendakian Gunung Rinjani via Jalur Sembalun Lawang
Jalur Sembalun memiliki beberapa keunikan yang membedakannya dari jalur pendakian lain di Gunung Rinjani. Untuk membuat perjalananmu lebih aman dan nyaman, berikut beberapa tips penting yang bisa kamu terapkan:
1. Manfaatkan Sabana untuk Pemanasan, Pendakian via Sembalun dimulai dengan hamparan sabana yang luas dan medan yang relatif landai. Gunakan jalur awal ini sebagai ajang pemanasan untuk menyesuaikan ritme pendakianmu sebelum memasuki trek yang lebih menanjak.
2. Istirahat di Pelawangan Sembalun, Pelawangan Sembalun adalah lokasi terbaik untuk camping sebelum melakukan summit attack. Dari sini kamu akan langsung disuguhi pemandangan indah Danau Segara Anak dan deretan tebing kaldera. Manfaatkan waktu istirahat di tempat ini untuk memulihkan tenaga dan mempersiapkan diri menuju puncak.
3. Persiapkan Diri untuk Summit Attack, Jalur menuju puncak Rinjani dari Pelawangan cukup menantang dengan medan pasir, kerikil, dan tanjakan curam. summit attack biasanya dimulai dari jam 02.00 WITA, pendakian dini hari membantu menghindari angin kencang dan cuaca ekstrem di ketinggian. Pastikan kamu membawa headlamp, pakaian hangat, sarung tangan dan masker buff.
4. Jaga Kebersihan dan Kelestarian Alam, Keindahan jalur Sembalun adalah salah satu daya tarik utamanya. Bantu menjaga kelestarian Gunung Rinjani dengan tidak membuang sampah sembarangan. Gunakan kantong sampah pribadi dan bawa turun kembali semua sampahmu.
5. Sesuaikan Kecepatan dan Ritme Pendakian, Setiap pendaki memiliki kekuatan dan stamina yang berbeda. Jangan memaksakan diri untuk mengikuti kecepatan kelompok lain. Istirahatlah jika merasa lelah dan utamakan keselamatan di setiap langkah.


