15 Jenis Motif Kre Alang dan Makna Motif Kre Alang, Kain Tenun Khas Sumbawa

Kre Alang Kain Tenun Khas Sumbawa NTB

Kre Alang merupakan kain tenun khas masyrakat sumbawa yang diwarisi turun temurun dari nenek moyang suku samawa di sumbawa. Kre Alang berupa kain sarung berukuran lebih kecil dari sarung pada umumnya (ukurannya setengah dari sarung biasa), Proses penenunan kre alang banyak di temukan di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa, NTB.

Ciri khas kain tenun Kre Alang adalah memiliki motif yang dibuat dengan benang berwarna emas. Berbagai motif kre alang di pengaruhi oleh kebudayaan, kepercayaan, adat istiadat, tata kehidupan, alam (flora, fauna dan benda alam) yang dihubungkan dengan harapan dan maksud tertentu, yaitu dapat menghubungkan manusia dengan Tuhannya agar dijauhkan dari malapetaka, diberi kedamaian, kemenangan dan banyak lagi harapan lainnya.

Pada awalnya Kre Alang hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu khususnya pada kesultanan dan para tokoh penting. Seiring perkembangan waktu Kre Alang sudah mulai banyak digunakan oleh masyarakat umum tidak terkecuali masyarakat kecil yang juga bisa merasakan.

Berikut beberapa motif yang peneliti tampilkan berdasarkan makna yang ada pada jaman dulu, sebagai berikut:

1. Motif Bukang Marege

Kre Alang Motif Bukang Marege
Kre Alang Motif Bukang Marege

Secara umum motif bukang marage, bukang adalah dalam bahasa Sumbawa kepiting.Jika dilihat sekilas bentuknya sangat mirip dengan bukang atau kepiting, sedangkan marege memiliki arti merayap atau berjalan ke samping. Dalam masyarakat Sumbawa kepiting mempunyai cangkang yang keras yang menunjukan watak yang keras, sangat sulit ditentang, gigih, dan selalu bekerja keras. Motif bukang marege merupakan salah satu motif yang sudah ada sejak jaman kesultanan.Selain itu terdapat beberapa objek geometris sebagai penghias yang mengelilingi motif bukang marege. Berdasarkan pada motif bukang marege diketahui bahwa motif tersebut berupa hewan yang dituangkan menjadi bentuk kepiting. Motif ini menutupi seluruh bagian dasar kain.

Pada motif bukang marege menggambarkan hewan dengan bentuk kepiting dengan badan yang besar memiliki kaki, serta capit yang kuat. Pada motif bukang marege memiliki makna percaya diri dan perjuangan hidup, bahwa setiap orang berhak mengubah hidupnya dan yang berhak mengubah hidupnya bukan orang lain melainkan dirinya sendiri.

Motif tersebut menggunkan warna coklat dan warna dasar hitam. Warna hitam menyimbolkan warna tanah yaitu kesuburan, ketenangan, dan juga simbol kehidupan. Artinya kita berasal dari tanah, hidup dari tanah mati juga kita kembali ketanah. Dan warna coklat mempunyai arti tenang, rendah hati.

2. Motif Piyo Manis

Kre Alang Motif Piyo Manis
Kre Alang Motif Piyo Manis

Secara umum, dalam bahasa Sumbawa piyo adalah burung. Pada dasarnya motif piyo manis tidak berdiri sendiri tetapi menyatu dalam stilasi motif lonto engal. Menurut masyarakat Sumbawa piyo (burung) dianggap memiliki sifat spiritual, kedudukan yang tinggi dan semangat pantang menyerah. Piyo atau burung merupakan simbol dari penguasa langit atau dewa langit. Karena pada saat itu akibat pengaruh Hindu para Raja atau Sultan Sumbawa dianggap sebagai titisan dewa. Hal itu terlihat dari pemakaian nama Dea (Dewa) untuk keturunan Raja atau Sultan Sumbawa.

Mengenai bentuk pada motif piyo manis bahwa motif utama berupa hewan yang berbentuk burung. Pada motif ini menutupi seluruh bagian dasar kain dan pada permukaan kain pada motif terisi seragam. Motif ini memiliki dua objek. Pola yang digunakan, pola berangkai dimana motif saling terhubung secara horizontal dan diagonal.

Pada motif utama piyo manis menggambarkan bentuk hewan yang kemudian di tuangkan menjadi burung (piyo). piyo adalah simbol dari roh leluhur dan memiliki makna pemimpin dan cinta kasih, bahwa motif tersebut dimana dua burung saling berhadapan menandakan burung tersebut sedang menyayangi, saling mengkasihi dan saling menghormati. Artinya bahwa kita sebagai manusia haruslah saling tolong menolong.

Pada motif piyo menggunakan warna dasar biru, biru menyimbolkan perdamaian, kebersamaan dan harapan. Dan warna merah sebagai warna pembeda dalam penggunaanya.

3. Motif Lonto Engal

Kre Alang Motif Lonto Engal
Kre Alang Motif Lonto Engal

Penciptaan lonto engal merupakan salah satu bentuk ekspresi masyarakat tentang kesuburan dan kemakmuran daerah Sumbawa (Tana Samawa) dimasa lalu. Kesuburan ditandai dengan tumbuhnya berbagai jenis tumbuhan dan tanaman yang menginspirasi masyarakat untuk menciptakan motif tersebut. Engal adalah salah satu jenis tumbuhan merambat yang mudah tumbuh dimana saja. Umbinya dapat dimakan dan umumnya menjadi makanan favorit di kalangan masyarakat sehingga motif lonto engal ini menjadi simbol kemakmuran.

Pada motif lonto engal, motifnya meniru bentuk tumbuhan merambat jika berbuah isinya bisa dimakan. Motif ini merupakan motif hias sulur yang dimana bagian batang pada lonto engal menjalar atau merambat yang kemudian dituangkan menjadi lonto engal. Pada motif ini seluruh permukaan dasar kain terisi dan pada permukaan motif terisi seragam. Pola yang digunakan pola berangkai dimana motif saling terhubung secara horizontal.

Pada motif lonto engal menggambarkan secara utuh bentuk tumbuhan menjalar atau merambat yang kemudian dituangkan menjadi motif lonto engal. Motif lonto engal adalah motif sulur yang menggambarkan tentang kontinuitas dan kesinambungan yang tidak terputus. Engal merupakan tanaman merambat yang umbinya bisa dimakan. Motif lonto engal diberi nama sebagai ragam hias menurut masyarakat Sumbawa dimaksudkan sebagai tinggi dan cerdasnya tingkat berpikir serta bertindak dalam kehidupan nyata. Pada motif lonto engal memiliki simbol daur hidup yang berkesinambungan, artinya bahwa kehidupan harus saling seimbang. Ibarat air yang terus mengalir bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan jangan setengah-setengah, melainkan harus selesai jika ingin mendapatkan hasil.

Pada motif lonto engal menggunakan warna coklat dengan warna dasar merah. Warna merah mempunyai makna sebagai semangat, perjuangan, gejolak, dan cinta kasih. Dan warna coklat mempunyai arti tenang, selalu hangat dan bersahabat, sekaligus membedakan depan dan belakang.

4. Motif Kemang Langit

Kre Alang Motif Kemang Langit
Kre Alang Motif Kemang Langit

Motif kemang langit diambil karena pada jaman dulu masyarakat Sumbawa mengihiasi rumah mereka dengan kemang (bunga) yang dibuat dengan kain berwarna putih polos, digunakan sebagai pelafon untuk mengias dan mempercantik ruangan. Nama langit diambil karena menghiasi langit- langit atau pelafon rumah. Sedangkan kemang adalah bunga. Pada motif kemang langit, motifnya meniru bentuk bunga yang kemudian dituangkan menjadi kemang langit. Pada motif kemang langit menutupi seluruh bagian dasar kain dan pada motifnya terisi seragam. Pola yang digunakan pola berangkai dimana motif saling terhubung secara vertikal, horizontal dan diagonal. Motif ini tidak memiliki motif pendukung lain hanya terisi satu motif saja.

Pada motif kemang langit merupakan motif geometris yang menggambarkan bentuk bunga. Makna dari motif utama adalah kewaspadaan, kelincahan, kerja keras dan kejujuran.artinya bahwa seorang pemimpin harus memiliki kecerdasan dalam menghadapi atau menyikapi segala sesuatu dan untuk melakukan itu perlu kesabaran, kerja keras dan kejujuran agar rakyat percaya dan melindungi pemimpin. Pada motif pendukung menyerupai lasuji atau ketupat, yang memiliki peran sebagai pembatas motif, pada motif ini memiliki makna adalah kemakmuran dan kehidupan. Pada motif kemang langit menggunakan warna coklat dan warna dasar hitam. Hitam menyimbolkan kewibawahan, ketenangan, dan kehidupan. Dan pada warna coklat menyimbolkan ketenangan, bersahabat dan rendah hati.

5. Motif Kemang Kananga

Kre Alang Motif Kemang Kenang
Kre Alang Motif Kemang Kenanga

Motif kemang kananga. Kemang dalam bahas Sumbawa adalah bunga, sedangkan kananga adalah bunga kenanga yang berwarna kuning apabila berbunga maka bunga tersebut akan harum. Menurut masyarakat Sumbawa filosofi dari bunga kenanga adalah agar kita dan keluarga senantiasa mendapatkan keharuman dari para leluhur. Keharuman merupakan kiasan dari berkah yang berlimpah dari para leluhur.

Pada motif Kemang kananga paling bagus apabila dipakai oleh wanita. Kenanga memiliki tekstur berwarna kuning dan harum pada saat berbunga. Mengenai bentuk motif kemang kananga diketahui bahwa pada motif kemang kananga adalah berupa tumbuh-tumbuhan yang kemudian dituangkan menjadi motif bunga kenanga. Motif ini hanya memiliki satu motif saja dan seluruh dasar kain terisi. Pada permukaan motif dibuat seragam. Motif ini diletakan saling terhubung antara motif satu dengan yang lain secara vertikal, horizontal dan diagonal.

Bahwa pada motif kemang kananga, motif utama menggambarkan secara utuh bunga kenanga. Kananga adalah simbol dari bunga yang berwarna kuning yang biasa disebut kenanga, bunga tersebut apabila akan mekar atau berbunga maka bunganya akan harum. Makna dari kemang kananga adalah kecantikan dan keindahan, artinya apabila perempuan yang memakai motif kemang kenangan, perempuan tersebut harum, kepribadian yang baik, cantik dan sebagainya.

Pada motif kemang kananga menggunakan warna ungu dan warna biru sebagai warna dasar. Warna biru menyimbolkan perdamaian, kebersamaan dan harapan. Dan pada warna ungu sebagai pembeda.

6. Motif Jajar Kemang Baleno

Kre Alang Motif Jajar Kemang Baleno
Kre Alang Motif Jajar Kemang Baleno

Motif jajar kemang baleno, Leno dalam bahasa Sumbawa memiliki arti bayangan. Sedangkan jajar adalah sejajar. Menurut masyarakat Sumbawa bahwa banyak-banyaklah bercermin kepada diri kita sendiri sebelum menilai orang lain yang artinya bahwa kita tidak boleh menghina, mencela kekurangan dari orang lain ataupun merendahkan orang lain.

Mengenai bentuk motif jajar kemang baleno diketahui bahwa motif utama pada motif jajar kemang baleno adalah menyerupai tumbuh-tumbuhan dengan bentuk bunga yang saling berhadapan dan tersusun rapi secara sejajar. Pada motif ini seluruh area kain terisi dan motif ini hanya memiliki satu motif saja. Pada motif ini permukaan motif terisi seragam. Motif ini dibuat saling terhubung secara vertikal.

Bahwa pada motif jajar kemang baleno, motif utama menyerupai bentuk bunga yang berhadapan dan tersusun rapi. Pada motif jajar kemang baleno, “leno” dalam bahasa Sumbawa adalah bayangan, sedangkan jajar adalah sejajar atau sama. Pada motif jajar kemang baleno memiliki makna keseimbangan hidup. Artinya bahwa kita harus bisa mengevaluasi diri dan banyak bercermin sebelum menghina atau mencela orang lain. Karena pada hakikatnya semua diciptakan sama atau sejajar, Tuhan tidak membanding-bandingkan antara cantik dan jelek, kaya dan miskin karena bagi Tuhan dimata-Nya semua sama.

Pada motif jajar kemang baleno menggunakan warna dasar biru dan ungu. Biru menyimbolkan perdamaian, kebersamaan dan warna yang paling luas. Dan ungu sebagai pembeda dengan motif lain sekaligus membedakan depan dan belakang.

7. Motif Kemang Kanto Lewa

Kre Alang Motif Kemang Kanto Lewa
Kre Alang Motif Kemang Kanto Lewa

Motif kemang kanto lewa muncul belum lama setelah Pemerintahan Daerah Sumbawa menetapkan Festival Moyo yang mewajibkan para tamu undangan yang datang menggunakan Kre Alang, sehingga menyebabkan tingginya permintaan membuat penenun menciptakan motif kemang kanto lewa. Motif ini dibuat berdasarkan kreativitas penenun dalam meramu motif. Motif ini dibuat agar konsumen tidak merasa bosan pada motif-motif yang dulu atau sudah ada. Motif kemang kanto lewa, lewa dalam bahasa Sumbawa adalah seimbang atau serasi, sedangkan kanto adalah kantong.

Mengenai motif kemang kanto lewa. Motifnya menyerupai tumbuhan dengan bentuk bunga. Motif ini merupakan motif yang menutupi seluruh bagian dasar kain dan pada permukaan motif terisi seragam. Pada motif ini saling terhubung secara horizontal. Pada motif kemang kanto lewa. Lewa adalah dalam bahasa Sumbawa seimbang atau serasi, sedangkan kanto adalah kantong. Motif kemang kanto lewa menggambarkan tumbuhan dengan bentuk bunga. Pada motif ini merupakan perkembangan dari motif lonto engal. Makna dari motif kemang kanto lewa adalah keseimbangan, artinya ketika menginginkan sesuatu, namun isi dompet atau kantong tidak bisa mencapainya jangan terlalu memaksa diri. Seperti kata pepatah “besar pasak dari pada tiang” maksudnya harus bisa menyeimbangkan atau menyesuaikan isi dompet dengan keinginan. Jadi dalam hidup perlu adanya keseimbangan. Pada motif kemang kanto lewa menggunakan warna dasar berwarna hitam. Hitam menyimbolkan kewibawahan, ketenangan.

8. Motif Babate Idar Langi 

Kre Alang Motif Babate Idar Langi 
Kre Alang Motif Babate Idar Langi 

Secara umum babate idar langi terinspirasi dengan layang-layang. Babate dalam bahasa Sumbawa adalah layangan, ketika bermain layang-layang, semakin tinggi layang-layang semakin kencang pula angin yang menghembus dan layangan tersebut akan bergerak kesana kemari. Artinya kita harus siap dengan tantangan yang semakin besar jika sudah siap terbang lebih tinggi untuk mendapatkan kesusksesan, tinggal bagaimana seseorang bisa mengontrol jalan hidupnya untuk mendapat kesuksesan dan kebahagiaan.

Pada motif babate idar langi menyerupai tumbuhan dengan bentuk bunga tunggal motif ini merupakan motif geometris yang tersusur rapih. Pada motifnya menutupi seluruh bagian dasar kain. Motif ini saling terhubung secara vertikal, horizontal dan diagonal. Pada permukaan dasar kain motifnya terisi seragam atau sama dan motif ini hanya motif tunggal.

Pada motif Babate Idar Langi menyerupai tumbuhan (geometris) dengan bentuk bunga tunggal. Motif ini hanya memiliki satu motif saja. Pada motif babate idar langi mengisyaratkan pentingnya mawas diri. Pada motif ini memiliki makna, yaitu keadilan dan kesejahteraan. Artinya kita sebagai manusia jika diberi jabatan atau pangkat dan pada saat kita berada diatas, jangan terlalu terlena dengan jabatan atau pangkat yang dimiliki. Karena sesungguhnya pemimpin harus mendengar atau merasakan apa yang rakyat keluhkan dan inginkan. Contoh ketika terjadi tsunami dan gempa maka kita harus simpati, empati dan memberikan bantuan. Pada motif babate idar langi menggunkan warna dasar biru, biru menyimbolkan warna yang luas, kebersamaan, perdamaian.

9. Motif Gili Liyuk

Kre Alang Motif Gili Liyuk
Kre Alang Motif Gili Liyuk

Pada motif gili liyuk dibuat karena terinspirasi dengan pulau.Gili dalam bahasa sastra Sumbawa yang artinya “pulau” ditengah laut. Menurut jaman dulu ketika Toko Penting ingin melakukan atau melangsungkan suatu kegiatan acara, maka dari seberang pulau-pulau akan datang membantu untuk mengerjakan dan meringankan pekerjaan atau hanya sekedar untuk meramaikan kegiatan tersebut. Contoh penobatan sultan Sumbawa. Dimana pada kain tersebut memiliki empat pasang bunga yang berbentuk seperti pulau. Pada motif gili liyuk diketahui bahwa motifnya menyerupai bunga dengan empat sisi saling berhadapan. Pada motif ini permukaan kain terisi sama atau seragam. Motif ini menutupi seluruh area kain dan Motif ini saling terhubung secara vertikal, horizontal dan diagonal.

Pada motif gili liyuk diketahui menggambarkan empat bunga saling berhadapan dengan bentuk menyerupai pulau. Motif ini mempunyai makna kebersamaan dan gotong royong. Artinya bahwa dalam kehidupan manusia tidak bisa hidup dengan namanya pertolongan dan kerjasama dengan orang lain, sehingga manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Maka dari itu janganlah merasa diri hebat, jago, dan bisa segalanya karena sesunggunya kehebatanmu tidak ada artinya tanpa orang lain. Pada motif gili liuk banyak diminati oleh konsumen. Warna dasar kain menggunakan warna ungu menyimbolkan semangat dan menarik.

10. Motif Lasuji Bintang Selapat

Kre Alang Motif Lasuji Bintang Selapat
Kre Alang Motif Lasuji Bintang Selapat

Motif lasuji bintang selapat, pada motif lasuji bintang selapat berbentuk segi empat yang mirip dengan ketupat. Motif lasuji bisa dibilang hampir ada disetiap motif Kre Alang sebagai motif pendukung. Namun kali ini pengrajin menggunakan motif lasuji sebagai motif utama. Bentuk segi empat pada motif lasuji adalah simbol asal mula manusia yang berasal dari tanah, api, air, udara. Bintang Selapat diartikan sebagai jalan menuju kebenaran untuk mencari ridho Tuhan yang Maha Esa sehingga motif ini memliki nilai spiritual.

Pada motif lasuji bintang salapat diketahui bahwa terdapat motif lain yaitu motif bunga yang menyerupai motif kemang setange. Pada motif lasuji bintang selapat seluruh area kain terisi semua dan pada permukaan motif terisi seragam atau sama. Pada motifnya saling terhubung secara vertikal, horizontal dan diagonal. Pada motif lasuji bintang salapat, salapat adalah delapan. Diketahui menyerupai motif lasuji bintang selapat dan motif kemang setange. Pada motif lasuji bintang selapat merupakan simbol syariat islam berbentuk persegi empat yang memiliki arti bahwa kehidupan manusia yang berasal dari tanah, udara, air dan api. Pada motif lasuji bintang selapat memiliki makna kemakmuran, karena merupakan hasil produksi pada pertanian masyarakat yang begitu melimpah.

Pada motif lasuji bintang selapat warna yang digunakan pada dasar kain berwarna merah.Merah memiliki makna semangat, gejolak, perjuangan, dan cinta. Dan warna coklat melambangkan rendah hati dan tenang.

11. Motif Bintang Kesawir

Kre Alang Motif Bintang Kesawir
Kre Alang Motif Bintang Kesawir

Pada motif bintang kesawir terinspirasi pada bintang dilangit. Pada motif bintang kesawir merupakan motif geometris yang bentuknya menyerupai bintang. Kesawir adalah dalam bahasa sumbawa bertaburan sedangkan bintang adalah bintang. Jadi bintang kesawir adalah bintang yang bertaburan di langit. Pada motif bintang kesawir diketahui bahwa motifnya meniru bentuk alam berupa bintang. Motif ini menutupi seluruh dasar kain dan pada motif ini permukaan kain pada motif terisi seragam. Pola yang digunakan, pola berangkai dimana motif saling terhubung secara vertikal, horizontal dan diagonal.

Pada motif bintang kesawir diketahui menyerupai bentuk bintang. Bagi masyarakat bintang merupakan benda langit yang bercahaya, tinggi dan terpandang. Bintang tidak hanya bersinar dan menyinari dirinya, melainkan bersinar untuk menerangi seluruh alam dengan keindahan yang dipancarkan. Maksudnya bahwa seseorang tidak dilihat dari tinggi atau rendahnya pangkat dan jabatanya, bukan juga dari banyak harta yang dimiliki. Melainkan dilihat dari iman dan akhlaq. Maka dari itu jadilah seperti bintang yang bisa bermanfaat untuk orang banyak. Pada motif ini memiliki makna cahaya dan keindahan. Artinya bahwa seseorang yang mengenakan motif tersebut orang itu akan memancarkan cahaya yang indah dan bermanfaat bagi masyarakat dan orang banyak.

Pada motif bintang kesawir warna dasar yang digunakan dalam pembuatan motif bintang kesawir adalah warna merah, warna merah melambangkan semangat dan gairah yang dianggap memiliki efek yang kuat sehingga yang memakai terkesan gagah.

12. Motif Koari

Kre Alang Motif Koari
Kre Alang Motif Koari

Pada umumnya, motif koari diambil karena terinspirasi pada anak kecil. Pada jaman dulu ketika ada anak kecil khitan atau sunatan anak tersebut memakai benda berupa kalung berwarna emas yang ditaruh didada anak kecil tersebut. Menurut kepercayaan orang dulu bahwa kalung tersebut dipercaya bisa memberikan keselamatan dan kelancaran. Yang kemudian diturunkan pada kain. Pada motif koari diketahui menyerupai bunga yang sedang mekar. Pada motif ini seluruh permukaan kain terisi seragam dan pada motif ini menutupi seluruh area dasar kain. Pada motif ini saling terhubung secara horizontal.

Pada motif koari diketahui menggambarkan tumbuhan dengan bentuk bunga. Bagi masyarakat motif koari dipercaya dapat memberikan keselamatan oleh Tuhan yang Maha Esa bagi orang yang menggunakannya. Pada motif utama memiliki makna keindahan dan keselamatan. Artinya bahwa orang yang memakai motif tersebut akan terlihat indah, bukan hanya keindahan namun juga diberikan keselamatan. Pada motif koari menggunakan warna dasar merah. Warna merah pada dasar kain diartikan berani berbuat apa pun demi membela kebenaran dan melambangkan semangat dan kebahagiaan.

13. Motif Kemang Gelampok

Kre Alang Motif Gelampok
Kre Alang Motif Gelampok

Motif kemang gelampok secara umum terispirasi dari bunga gelampok. Menurut kepercayaan masyarakat gelapok diambil karena memiliki banyak kasiat yang bisa menyembuhkan masyarakat Sumbawa dari segala penyakit. Gelampok adalah bunga yang memiliki khasiat sebagai obat untuk menyembuhkan segala penyakit seperti asma, diabetes dan lain-lain. Sedangkan kemang adalah bunga yang berbentuk motif tunggal memiliki simbol keindahan. Pada motif kemang gelampok diketahui menggambarkan tumbuhan dengan bentuk bunga. Pada motif ini seluruh permukaan kain pada motif terisi seragam dan motif ini menutupi seluruh dasar kain. Pola yang digunakan pola berangkai dimana motif saling terhubung secara vertikal, horizontal dan diagonal.

Pada motif kemang gelampok diketahui meniru bentuk tumbuhan berupa bunga gelampok, motif gelampok memiliki arti sebagai arah mata angin atau juga disebut kompas yang merupakan sumber kehidupan manusia dalam mencari nafkah dalam kehidupan sehari-hari. Pada motif ini memiliki makna, yaitu kebahagiaan, keindahan dan keselamatan. Artinya bahwa masnusia harus lebih banyak bersyukur apapun dalam hidup ini.

Pada motif kemang gelampok menggunakan warna dasar hitam. Hitam menyimbolkan kehidupan, kewibawahan, ketenangan, keabadian dan kebenaran yang harus dijunjung tinggi.

14. Cepa

Kre Alang Motif Cepa
Kre Alang Motif Cepa

Pada motif cepa berbeda dengan motif pada umumnya, motif cepa tidak memiliki motif pendukung atau pembatas motif. Cepa adalah dalam bahasa Sumbawa renggang atau berjarak, sehingga motif cepa dibuat dengan cara di ceplok-ceplok atau berjarak-jarak. Sedangkan motif lasuji sebagai titik untuk membuat jarak pada motif cepa dan juga sebagai penambah hiasan atau ruang yang kosong agar terlihat lebih menarik dan indah.

Pada motif cepa diketahui bahwa motif utama meniru tumbuh-tumbuhan dengan bentuk bunga teratai bersudut delapan. Pada motif ini terisi seragam dan pada seluruh permukaan dasar kain terisi. Motif ini saling terhubung secara diagonal. Pada motif ini tidak memiliki pembatas motif. Pada motif cepa diketahui meniru tumbuhan dengan bentuk bunga teratai bersudut delapan. Pada motif ini memiliki peran penting dalam kepercayaan Hindu-Budha. Pada motif ini memiliki makna kemurnian dan kesucian karena bunga teratai muncul atau tumbuh dimana saja meskipun dari lumpur sekalipun. Artinya seorang pemimpin harus mampu memberi kenyamanan, cinta kasih dan memberi pencerahan atau solusi bagi mereka yang membutuhkan. Pada motif cepa menggunakan warna merah yang digunakan pada warna dasar kain menyimbolkan semangat, cinta dan gairah.

15. Motif Lasuji Kemang Sasir

Kre Alang Motif Lasuji Kemang Sasir
Kre Alang Motif Lasuji Kemang Sasir

Pada motif lasuji kemang sasir terisnpirasi dari ketupat. Menurut kepercayaan sebagai wujud syukur kepada Tuhan yang telah memberikan keberkahan yang sangat melimpah pada hasil produksi pertanian. Secara umum, motif lasuji kemang sasir, lasuji adalah berbentuk seperti belah ketupat. Menurut filosofi Sumbawa ketupat memiliki arti meminta maaf dan saling memaafkan. Motif lasuji kemang sasir termasuk motif tunggal.

Pada motif lasuji kemang sasir merupakan motif geometris yang dikembangkan oleh penenun. Pada motif lasuji sering muncul atau sering digunakan sebagai motif pendukung. Namun kali ini penenun mencoba mengembangkan motif lasuji hadir sebagai motif utama. Pada motif lasuji kemang sasir diketahui menyerupai bentuk ketupat. Pada motif lasuji kemang sasir permukaan motif terisi seragam dan pada dasar kain terisi semua. Motif ini saling terhubung secara vertikal, horizontal dan diagonal.

Pada motif lasuji kemang sasir diketahui menyerupai motif lasuji dengan segi empat (ketupat) pada motif ini memiliki makna kemakmuran, kehidupan dan kesempurnaan umat muslim setelah menjalankan ibadah puasa serta untuk menahan nafsu selama sebulan. Ketika ketupat dibuka terlihat isi yang berwarna putih yang mencerminkan hati yang suci. Artinya bahwa seorang pemimpin harus bisa memberi kehidupan yang layak bagi rakyatnya serta kemakmuran bagi seluruh rakyat tanpa membanding-bandingkan sikaya dan simiskin. Pada motif lasuji kemang sasir dalam pembuatannya menggunakan warna ungu sebagai warna dasar. Warna ungu menyimbolkan semangat dan menarik. Sedangkan benang yang digunakan dalam membuat motif berwarna perak.

Refrensi : P.K. Kemas dan A. Kurnia, 2019, Analisis Semiotika Motif Kre Alang Dan Sapu Alang Sumbawa, Kaganga Journal of Comunication Science, Vol 1 no 1

Komentar