Makna Perlengkapan Pendukung dan Simbol dalam Prosesi Pernikahan Adat Suku Samawa, Sumbawa, NTB

Makna Odak dalam ritual barodak rapancar, prosesi pernikahan adat suku samawa, sumbawa

Dalam tradisi pernikahan adat Suku Samawa, Sumbawa, NTB, ada beberapa prosesi pernikahan yang harus dilaksanakan seperti bajajak (perkenalan).bakatoan (bertanya), saputis leng (mengambil keputusan), nyorong (menyerahkan mahar), arodak (pupur pengantin), nikah, dan basai (resepsi) lebih lengkapnya dapat dibaca pada artikel berikut : Mengenal Prosesi Pernikahan Adat Samawa

Keenam tahapan dalam pernikahan adat suku samawa tersebut merupakan serangkaian proses dan biasanya dalam tahapan proses tersebut terdapat prosesi, perlengkapan pendukung yang bersifat simbolis. Simbol-simbol yang mendukungnya mempunyai makna-makna tersendiri sebagai berikut :

Sito

Sito adalah bingkisan atau cendramata yang di dalamnya berisi bakal kebaya. Sito memiliki makna sebagai bentuk rasa terimahkasih keluarga calon pengantin laki-laki kepada keluarga calon pengantin perempuan karena lamaran  diterima. Bakal baju menjadi tanda belum adanya ikatan resmi antara pengantin perempuan dan laki-laki walaupun lamaran sudah diterima. Akan ada banyak prosesi yang harus dilaksanakan sampai pada hari resminya pernikahan. Seperti halnya bakal kebaya yang dibuat melalui          proses  sehingga menjadikannya sebuah kebaya yang indah, diharapkan prosesi-prosesi yang dijalani tersebut akan selalu indah dan membawa kabar yang baik.

Saputis Leng

Saputes leng berasal dari dua kata yaitu saputes yang artinya putuskan dan leng yang artinya kata. Saputes leng sendiri memiliki arti penetapan kesepakatan seluruh acara pernikahan dengan berfokus pada biaya pernikahan berupa uang mahar dan waktu dilaksanakannya acara nyorong, barodak, nikah, dan basai.

Lawang Rere

Lawang rere merupakan gerbang yang ditandai dengan sebuah pita sebagai batas antara rombongan keluarga calon pengantin laki-laki dengan keluarga calon pengantin perempuan pada acara nyoron.. Setelah berbalasan lawas antara wakil keluarga calon laki=laki dan perempuan, baru pita bisa dipotong dan proses serah terima segala kelengkapan pernikahan dapat dilakukan.

Maning Pangantan

Maning pangantan adalah prosesi ketika dua pasangan calon pengantin dimandikan dengan air bunga. Maning pangantan dilakukan untuk menyucikan jiwa dan raga sebelum memasuki tahapan kehidupan baru. Maning pangantan memiliki makna menghindarkan kedua calon pengantin dari sifat iri dan dengki.

Barodak

Barodak adalah prosesi berpupurnya seluruh badan kedua calon pengantin. Ritual barodak yang diyakini dapat memutihkan dan menghaluskan kulit kedua calon pengantin ini memiliki makna menjauhkan kedua calon pengantin dari segala penyakit dan marabahaya.

Odak

Odak adalah bahan yang digunakan untuk berpupurnya kedua calon pengantin pada ritual barodak. Odak ini memiliki makna rasa kasih sayang dan keikhlasan keluarga calon pengantin untuk menikahkan anaknya.

Samparumpuk

Samparumpuk adalah tikar yang terbuat dari daun lontar dan dilapisi dengan kain berwarna- warni dengan motif bunga. Samparumpuk digunakan sebagai alas tempat duduk calon pengantin pada ritual barodak.

Loto Kuning

Loto kuning adalah beras yang diberi pewarna kuning. Loto kuning ini digunakan untuk melempar kedua calon pengantin pada prosesi maning pangantan, ritual barodak, dan nikah. Loto kuning ini diyakini masyarakat Sumbawa untuk mengusir roh-roh jahat.

Dila Malam

Dila malam merupakan sebuah lilin yang ditancapkan di atas buah kelapa sebagai salah satu perlengkapan pada ritual barodak dan maning pangantan. Layaknya lilin yang bersinar, dila malam memiliki makna harapan cahaya terang yang akan selalu menyinarikehidupan berumahtangga calon pengantin.

Kemang Nikah

Kemang nikah ini terdiri dari beberapa bunga yang ditancapkan pada sebuah batang pisang dan ditanam di dalam bokor kuningan berisi beras. Kemang nikah ini memiliki makna bahwa kedua calon pengantin akan disukai dan kasihi oleh banyak orang seperti halnya bunga yang disukai banyak orang karena keharumannya dan keindahannya.

Komentar